Minggu, 09 Januari 2011

Keutamaan Al Qur'an dan Kejayaan Umat Islam

Materi Pengajian Keluarga Ahad Pagi pada tanggal 11 Januari 2011 Oleh: Agus Purwadi

“Umar bin Khaththab ra berkata: “Bersabda Nabi saw: “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab Qur’an, dan akan merendahkan lain kaum dengannya juga.” (R. Muslim)
Syekh Tanthawy Jauhari dalam al-Jawahir fi al-Tafsir al-Qur’an al-Karim: “Di dalam al-Qur’an tdp lebih dari 750 ayat yang berkenaan dg alam dan ilmu pengetahuan, dan tidak lebih 150 ayat tentang ilmu fiqh. Mengapa para ulama Islam menyusun puluhan ribu kitab fiqh?
Pengingkaran thd ayat-ayat kauniyah (alam semesta; langit-bumi dan seisinya) adalah kafir.
Dalam alqu'an disebut :

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (s. Shaad)

Contoh ayat-ayat Qur’an yg mengajak dan memberi inspirasi kepada kita untuk merenungi, mentafakuri ayat-ayat kauniyah:

1. Ada apa dengan Haid?

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu penyakit". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (al-Baqarah:222)

2. Kita Ditantang oleh Allah untuk Menembus Penjuru Langit

Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. (ar-Rahman)

3. Rahasia Allah tentang Perhitungan Tahun/Waktu

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (al-Kahfi: 25)

4.“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (ayat 37-39)

Ayat-ayat itu mengungkap tentang rotasi bumi yang menyebabkan terjadinya siang-malam, orbit matahari dan bulan. Dari orbit bulan, kita kemudian bisa mengetahui siklus perjalanan bulan dan sistem penanggalan, sebagaimana petunjuk Allah berikut:

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Yunus: 5)

5. Keseimbangan Unsur Udara dan Energi Dahsyat

“Dialah yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu dapat nyalakan (api) dari kayu hijau itu". (ayat 80)

Inilah isyarat Allah bahwa dalam pohon dengan daun-daun yang hijau tersimpan tenaga dahsyat laksana kekuatan api. Baru di zaman modern diketahui adanya zat “hijau-daun” (klorofil) yang menghasilkan O2 dan menyerap CO2 melalui proses fotosintesis terus-menerus. Tanpa kegiatan fotosintesis daun yang hijau itu, barangkali manusia telah lama punah karena tiadanya keseimbangan antara unsur O2 dan CO2 di udara. Manusia bisa saja keracunan unsur CO2 yang melimpah di udara karena tiadanya zat hijau daun yang berfotosistesis.

Lebih dari itu, zat hijau daun (klorofil) sekarang ini sudah bisa dikembangkan menjadi energi alternatif sebagai pengganti energi dari bahan bakar fosil yang semakin menipis cadangannya, semakin buruk terhadap lingkungan.

6. Senjata Suara yang mematikan

Dalam ayat ke-29 disebutkan:

“Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” (ayat 29)

Hal senada muncul lagi di ayat ke-49:

“Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.” (ayat 49

Inti dari dua ayat itu adalah, bahwa suara bisa membunuh! Ini bisa menjadi inspirasi pengembangan jenis senjata sonic, yakni pancaran gelombang suara frekuensi tinggi yang memecahkan gendang telinga. Bahkan bila disetel sama dengan frekuensi molekul tubuh manusia, tubuh manusia akan beresonansi, ikut bergetar dahsyat sampai rontok. Teknologi senjata suara ini sudah dikembangkan oleh tentara AS sejak perang Vietnam.

7. Teknologi Transportasi

“Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.” (ayat 41-42).

Ayat ini menginspirasi kita untuk mengembangkan teknologi transportasi di laut, darat, udara, bahkan di angkasa luar.

Bagaimana Kita Mengapresiasi al-Qur’an?

Dengan memperhatikan ayat-ayat di atas, bagaimana selama ini kita mengapresiasi ayat-ayat al-Qur’an, terutama yg mengenai ayat-ayat kauniyah?

Pertanyaan lagi, apakah ayat-ayat al-Qur’an itu untuk petunjuk bagi orang-orang yang hidup, atau untuk orang yg sudah mati?

“Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan tidaklah layak baginya. Al-Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan, supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup dan supaya pastilah ketetapan azab bagi orang-orang kafir.” (QS. Yaasin/36:69-70)

Ada suatu kebiasaan di luar ketentuan agama, bahwa setiap petang menjelang hari Jum’at (Legi), berbondong-bondong orang datang ke kuburan orang tua seraya membaca surat Yaasin di atas kubur itu. Mereka mendasarkan tindakannya pada hadits berikut:

مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ كُلَّ جُمُعَةٍ فَقَرَأَ عِنْدَ هُمَا "يـسن" غُفِرَ لَهُ بِعَدَدِ كُلِّ أَيَةٍ أَوْحَرْفٍ

“Barang siapa menziarahi makam kedua orang tuanya pada setiap Jum’at kemudian pada makamnya membaca surat “Yaasin”, akan diampuni dosanya sesuai jumlah ayat atau huruf yang dibacanya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar